Tag Archive News

Byadmin

Penting, Regulasi Taksi Online Harus Jelas

Penting, Regulasi Taksi Online Harus Jelas – Lebih dari seratus pengemudi taksi pelat kuning berargometer mendatangi DPRD Kota Yogyakarta, kemarin. Mereka minta Kota Yogyakarta menyiapkan kebijakan untuk mengantisipasi kericuhan di lapangan menjelang maupun sesudah pengesahan Peraturan Gubernur DIY tentang Taksi Khusus.
“Hanya untuk jaga-jaga, jangan sampai ada aksi anarkistis lagi,” kata Ketua Paguyuban Taksi Berargometer Yogyakarta (Kopetayo), Sutiman, usai audiensi dengan Komisi C DPRD Kota Yogyakarta.
Diungkapkannya, pada 8 Mei 2017 sedikitnya ada empat titik kejadian anarkistis antara pengemudi taksi pelat kuning dengan pelat hitam di Yogyakarta. Beberapa waktu sebelumnya, keributan juga terjadi di Jalan Malioboro, Jalan AM Sangaji, Jalan Mataram, kawasan Ngampilan dan Terminal Giwangan, Stasiun Tugu, dan Lempuyangan.
Pemicunya lantaran dampak dari regulasi yang tidak tegas hingga berakibat kekisruhan di tingkat bawah. Menurutnya, taksi pelat kuning selaku armada angkutan umum resmi, harus menjalani serangkaian uji sebelum beroperasi di jalan.
Sedangkan taksi pelat hitam yang menggunakan aplikasi online masih leluasa mengangkut penumpang tanpa izin. Selain itu, jumlah taksi pelat kuning juga dibatasi 1.000 unit, sebaliknya kuota taksi pelat hitam belum ada batasan.
“Ini menjadikan persaingan tidak sehat. Dari sisi perizinan tidak ada dan tarifnya juga tidak terkontrol,” jelas Sutiman.
Pihaknya pun minta baik kalangan Dewan, Pemkot Yogyakarta, dan kepolisian, agar bisa menjembatani sehingga ketegangan mereda dan situasi kembali kondusif. Terutama di wilayah Kota Yogyakarta. “Kami tak ingin kericuhan kembali terjadi di jalan. Kami tak henti-hentinya menjaga situasi agar tetap damai. Harus ada yang menjembatani agar tak ada yang mengintimidasi dan terintimidasi,” ujarnya.
Dia berharap semua pihak menghormati isi Pergub Taksi Khusus yang menurut informasi yang diterimanya bakal disahkan 30 Mei ini. Termasuk di antaranya pemberlakuan kuota bagi taksi online pelat hitam. “Kami mengusulkan kuota maksimal 10% dari jumlah taksi pelat kuning saat ini, jadi sekira 100 unit,” imbuh Sutiman.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta, Bambang Seno Baskoro, mengaku siap menindaklanjuti aspirasi dari Kopetayo. Dari sisi regulasi, draf Pergub Taksi Khusus diakuinya sudah mengakomodir kepentingan pihak taksi pelat kuning dengan taksi online pelat hitam.
“Sudah saya baca drafnya, baik, bisa mewadahi kedua belah pihak. Kami akan mengupayakan di lapangan tak lagi muncul keributan,” ujarnya.
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemda DIY Gatot Saptadi mengaku, draf Pergub sudah diserahkan ke sekda untuk segera ditetapkan. Namun, materi yang diatur masih bersifat umum. Sedangkan hal-hal teknis seperti tarif dan kuota taksi khusus,akan diatur tersendiri melalui surat keputusan (SK) Gubernur.
“Yang tak kalah penting menurutnya adalah koordinasi antar instansi yang nanti mendapat limpahan kewenangan menyangkut perizinan taksi online. Yang jelas nanti ada stiker khusus, harus uji KIR, berizin, dan sebagainya. Urusan teknis nanti diatur kemudian melalui SK,” tandasnya.]]>

Byadmin

Gunakan Ojek Online Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup

Gunakan Ojek Online Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup – Kehadiran transportasi berbasis online diharapkan bisa menyelesaikan, atau setidaknya mengurangi permasalahan tersebut.
Saat ditemui di Grab 5th Anniversary di J.W. Marriot Hotel, Selasa (6/6/2017), Hooi-Ling Tan, co-founder Grab menjelaskan, menggunakan ojek online atau taksi online bisa meningkatkan kualitas hidup pengguna jalan.
Menurut Hooi-Ling, ini manfaat dari menggunakan ojek atau taksi online:
1. Membuat perjalanan lebih cepat
Secara rata-rata, pengguna taksi atau ojek online, sampai di tempat tujuan dalam waktu dua kali lebih cepat dibanding menggunakan transportasi umum biasanya.
Mudahnya mendapat kendaraan, tak harus menunggu jadwal perjalanan, serta tak harus berjalan menuju tempat transportasi umum memangkas waktu yang digunakan pengguna jalan.
Dengan berkurangnya waktu yang dihabiskan di perjalanan, pengguna jalan jadi bisa lebih produktif serta tak lagi terpapar hal-hal yang bisa membuat mereka stres di jalan raya.
2. Merasa lebih aman
Jalan raya dan kendaraan tidak selalu menjadi tempat yang aman. Banyak berita bermunculan tentang kecelakaan kendaraan bermotor atau tindak kriminal di kendaraan. Hadirnya taksi/ojek online bisa meminimalisir hal ini.
Semua platform penyedia kendaraan memiliki data semua pengemudi, penumpang, bahkan perjalanan yang dilakukan. Hal ini memperkecil risiko terjadinya tindak kriminal, atau setidaknya mempermudah penanganannya.
Selain itu menurut Hooi-Ling, pengemudi taksi/ojek online mendapatkan kelas pelajaran mengemudi yang baik dan benar sekaligus pengenalan rambu jalan. Hal ini memperkecil risiko terjadinya kecelakaan di jalan raya.

3. Memberi keamanan finansial

 
Hadirnya taksi/ojek online membuka ribuan lapangan kerja baru. Tak hanya memberi masyarakat alternatif pekerjaan, namun juga sumber penghasilan tambahan.
Data Grab menunjukkan, pengguna taksi/ojek online memiliki penghasilan per jam rata-rata 32 persen lebih tinggi dari pegawai biasa.
Belum lagi, cara pembayaran berbasis digital “memaksa” ribuan orang berkenalan dengan bank dan layanan finansial lainnya.
4. Mengurangi polusi
Dilihat sekilas, makin maraknya pengemudi taksi/ojek online harusnya menambah jumlah kendaraan di jalan raya. Yang terjadi justru sebaliknya.
Riset Grab menemukan, kebanyakan pengguna kendaraan pribadi menggunakan kendaraannya seorang diri. Sedangkan sekarang, platform penyedia kendaraan justru sedang menggalakkan penggunanya berbagi kendaraan.
Fitur berbagi kendaraan memungkinkan sekelompok orang berkendara hanya dengan satu mobil. Hal ini bisa menurunkan jumlah penggunaan mobil pribadi secara perorangan, atau penggunaan taksi online hanya oleh satu orang.
Dengan adanya ojek online dan berkurangnya mobil di jalan raya, berkurang pula polusi akibat emisi gas karbon. Diperkirakan, program ini bisa mengurangi 3.2 juta kilogram emisi karbon setiap tahunnya.]]>

Byadmin

Masa Tenggang Angkutan Online Dinilai Tak Realistis

Masa Tenggang Angkutan Online Dinilai Tak Realistis – Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai masa tenggang pemberlakuan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 selama tiga bulan dinilai tidak realistis. Semestinya, masa tenggang itu memiliki waktu enam bulan.
‎Koordinator Divisi Investigasi ICW, Febri Hendri menyatakan, masih banyak keterbatasan yang dimiliki pemerintah dalam menerapkan aturan baru. Sehingga, masa tenggang yang diterapkan terlalu singkat.
‎”Idealnya mesti enam bulan,” kata Hendri di Jakarta, Senin (3/4/2017).
Melihat hal itu, dia mengingatkan pemerintah, agar bijaksana dalam menyikapi kekurang yang ada, salah satunya fasilitas dan tempat pengujian kendaraan secara berkala (uji KIR) yang menjadi kewajiban.
Sebelumnya, Permenhub nomor 32 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek‎ mulai diterapkan 1 April lalu. Dalam aturan itu, Pemerintah menetapkan masa tenggang pemberlakuan aturan ini selama tiga bulan. Artinya, selama tiga bulan ke depan aturan baru tersebut belum akan berlaku, sehingga belum ada sanksi bagi mereka yang melanggar.
Ada 11 butir revisi dalam peraturan tersebut, namun empat di antaranya menjadi polemik. Keempat butir peraturan tersebut adalah kewajiban uji KIR, pengalihan kepemilikan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) taksi online dari pribadi menjadi badan hukum, penetapan tarif, serta penetapan kuota taksi online.
Melihat rentetan aturan itu, Febri menjelaskan, berbagai keterbatasan yang ada membuka peluang munculnya pungutan liar (pungli) dan praktik suap. Umumnya, pungli lahir dari buruknya fasilitas pelayanan publik serta rumitnya birokrasi.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memberikan tiga rekomendasi terkait penerapan Permenhub nomor 32. Pertama, KPPU meminta pemerintah menghapus batas bawah tarif yang selama ini diberlakukan untuk taksi konvensional. Sebagai gantinya, pemerintah hanya mengatur batas atas tarif.
Ketua KPPU, Syarkawi Rauf menjelaskan, penetapan tarif batas bawah akan berdampak pada inefisiensi industri taksi yang bermuara pada mahalnya tarif bagi konsumen, menghambat inovasi untuk meningkatkan efisiensi, dan menjadi sumber inflasi.
“Regulasi batas atas dapat menjadi pelindung konsumen dari eksploitasi pelaku usaha taksi yang strukturnya oligopoli,” jelasnya.
Kedua, KPPU menyarankan pemerintah tidak mengatur kuota taksi konvensional maupun online di suatu daerah dan menyerahkannya kepada mekanisme pasar. Artinya, setiap pelaku usaha menyesuaikan jumlah armada sesuai kebutuhan konsumen. Pengaturan oleh pemerintah mengurangi persaingan merugikan konsumen.
Selain itu, diperlukan sebuah standar pelayanan minimal. Pemerintah harus mengawasi secara ketat pemegang lisensi jasa angkutan taksi dan tegas memberikan sanksi pencabutan izin operasi jika melanggar regulasi. Pengawasan super ketat ini menjaga kinerja operator taksi konvensional dan online untuk memenuhi standar pelayanan minimal.
Ketiga, Komisi menyarankan pemerintah menghapus kebijakan STNK taksi online atas nama badan hukum. Menurut Syarkawi, pemerintah sebaiknya mengembangkan regulasi sistem taksi online dengan badan hukum koperasi yang asetnya dimiliki anggota.]]>

Byadmin

Pengusaha Taksi Online Hambat Pergub

Pengusaha Taksi Online Hambat Pergub – Pemda DIY pernah menjanjikan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) DIY seputar taksi online pada ak hir Mei 2017. Namun hingga kini pergub belum juga diterbitkan karena belum me mu at hal substansial yaitu soal tarif dan kuota.
Untuk menentukan kedua poin itu, Pemda DIY memilih membahas dulu dengan pemilik usaha jasa taksi online. Sayangnya pengusaha taksi online tak mau datang untuk bermusyawarah dengan Pemda DIY. Gubernur DIY Sri Sultan Ha mengku Buwono (HB) X meng ungkapkan, soal Pergub Taksi Online sebenarnya ada pi lihan yang bisa ditempuh. Per tama, tetap menerbitkan ta – pi belum memuat poin krusial seperti penentuan tarif batas atas-bawah dan kuota.
Kedua , menunda pergub sambil menunggu penetapan dari Ke – menterian Perhubungan. Sultan mengatakan, penentuan tarif batas atas dan bawah sepenuhnya menjadi kewe – nang an pusat atas pengajuan da ri daerah. “Saya mengeluar – kan pergub tapi tarif rendah dan tinggi tetap tidak bisa kami putuskan. Atau keluarkan pergub sambil menunggu keputusan Pak Menteri (Menhub) soal pengajuan tarif,” ungkap Sul – tan, kemarin. Dengan kata lain, jika pergub diterbitkan saat ini maka atur an yang beredar tanpa ke – pu tusan penting seperti tarif. Untuk penentuan tarif dan kuo ta, Pemda DIY sebenarnya me milih berdialog dengan ma – najemen perusahaan taksi online. Dikatakannya, pembahas – an dengan manajemen perusahaan taksi online sangat pen – ting agar keputusan yang dibuat adil.
Sayangnya, dalam setiap ke sempatan dialog ternyata yang datang bukan pemilik jasa taksi online, melainkan hanya sopirnya. Hal ini menjadi salah satu penghambat proses penentuan kebijakan. “Harapan saya kami bisa bertemu dengan pengusaha bukan dengan sopir. Kalau dengan sopir piye mau menentukan, (sopir) bukan pengusahanya. Karena yang muncul hanya sopirnya, pengusahanya enggak,” ujarnya. Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY pun mendesak agar Pergub Taksi Online agar segera diterbitkan. Jika tidak, ma salah antara operator taksi kon vensional dengan online akan semakin meruncing.
“Ta – di pagi kami sowan (datang) ke Polda DIY mempertanyakan hal tersebut,” ujar Ketua Or – gan da DIY Agus Andriyanto, kemarin. Dia menduga molornya pergub akibat selama ini pembuat regulator kesulitan menemui operator taksionline atau pemilik aplikasi. Hal ini dinilainya sebagai unsur kesengajaan pihak operator yang ingin mengulurulur waktu sehingga pergub tidak segera disahkan. Kemungkinan besar, lanjut Agus, karena operator taksi online tidak akan bisa memenuhi sya rat yang tertera dalam pergub.
Salah satunya batasan kuo ta yang diberikan pemerintah mengingat selama ini operator taksi online sudah me la – kukan perekrutan driver. Jika pergub diberlakukan, kata dia, operator taksi online harus memutus kerja sama de – ngan pihak ketiga yakni driver pemilik mobil plat hitam yang selama ini sudah bekerja sama. “Yang kami pertanyakan komitmennya, nanti sanggup tidak operator taksi online memenuhi syarat tersebut? Ba gai – mana regulator menga wa si – nya?” katanya. Pihaknya berharap pergub segera diterbitkan agar perso – alan di lapangan dapat diselesaikan.
Perihal adanya operator taksi konvensional yang ber ga bung dengan operator online, diakui nya memang ada be berapa dan itu pun belum resmi beroperasi. Namun Agus membantah bila sudah ada 40% operator tak si konvensional yang bekerja sama dengan penyedia apli kasi Go-Jek, tepatnya Go-Car. Se – tahu dirinya, baru ada sekitar 25 taksi dari sebuah perusahaan taksi yang telah ber ga bung dan taksi resmi inilah yang telah melakukan uji KIR. “Jadi yang telah patuh uji KIR da ri taksi online ya baru 25 itu. Yang lain, plat hitam belum,” ka tanya. Adanya kerja sama antara sejumlah taksi konvensional de ngan taksi online tersebut bu kan mengindikasikan Or – gan da DIY pecah.
Organda men du kung adanya kerja sama ini karena sesuai anjuran pemerintah. Namun persoalan lain akan muncul ketika pihak operator taksi online tidak bisa memenuhi syarat kuota yang ditetapkan. “Ini yang menjadi persoalan kami. Mereka (operator) sanggup tidak?” ujarnya. Namun tudingan ini dibantah Strategic Area Head Go-Jek Yogya, Delly Nugraha. Dika ta – kan nya, operator taksi online se perti mereka tidak sulit ditemui. Karena pihaknya sudah be be rapa kali bertemu dengan pemerintah, terutama kepala Dinas Perhubungan DIY. Bah – kan mengklaim Dinas Per hu – bung an mendukung berga – bung nya taksi konvensional dengan taksi berbasis internet.
“Selama ini, penolakan ter – sebut karena penilaian negatif terhadap kami. Semua itu karena ketidaktahuan saja, ma sya – rakat termasuk pemerintah ataup un taksi konvensional mendengar tentang Go-Jek ha – nya sepotong-sepotong,” ka ta – nya membela diri.
Sejumlah Pejabat Diancam Dilaporkan ke Polisi
Terpisah, puluhan sopir taksi yang tergabung dalam Front Persatuan Perjuangan So pir Angkutan Umum (FPPU) dan Komunitas Pengemudi Tak si Yogyakarta (Kompetayo) semakin gusar dengan tidak keluarnya Pergub Taksi Online. Hal itu diperlihatkan ketika mereka mendatangi Mapolda DIY, kemarin. Para sopir bermaksud melaporkan adanya tindakan wanprestasi dari sejumlah aparat birokrat di Pemda DIY. Yang dilaporkan adalah janji mengeluarkan pergub yang mengatur keberadaan taksi online pada 30 Mei lalu dan itu tidak di pe – nuhi.
Sementara janji tersebut te lah dituangkan di dalam su – rat bermeterai yang ditanda – tangani perwakilan FPPAU dan keempat pejabat yang akan dilaporkan. Mereka yang akan dilapor – kan adalah Asisten Sekda Bi – dang Perekonomian Pemda DIY sekaligus Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY Gatot Sap ta – di, Kepala Satuan Polisi Pa – mong Praja DIY GBPH Yud ha – ning rat, dan Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Latief Usman. “Yang akan kami laporkan ada – lah Asisten Sekda Bidang Per – ekonomian Pemda DIY, Plt Ke – pala Dinas Perhubungan, Ke – pa la Satpol PP Pemda DIY, dan Di rektur Lalu Lintas Polda DIY,” ungkap Ketua Kom pe ta – yo Sutiman seusai melakukan dialog dengan perwakilan Pol – da DIY.
Sutiman mengutarakan, pa ra pengemudi taksi sudah bersabar menunggu keluarnya pa yung hukum tersebut. Na – mun hingga waktu yang dijanjikan, pergub tidak kunjung diundangkan. Sementara tanpa aturan jelas, keberadaan taksi online dianggap telah meru gi – kan taksi argometer. Selain produk hukum, para sopir taksi resmi tersebut juga mempertanyakan tidak ada – nya upaya menjalankan satu pun kesepakatan dalam pertemuan di awal Mei 2017. Salah sa tunya adalah adanya pe la – rang an operasional taksi online sebelum pergub keluar. Namun dari pantauan pe – nge mudi taksi, hal tersebut juga tidak dilakukan.
Akan tetapi niat untuk melaporkan tersebut akhirnya ditunda setelah dalam pertemuan antara pe – nge mudi taksi dengan Ka sub – dit II Intelkam Polda DIY AKBP Ndaru Tyas Wibowo disepakati agar para pengemudi taksi me – nanyakan terlebih dulu proses pembuatan pergub yang di – mak sud. Para sopir taksi dimin – ta untuk datang ke Pemda DIY sebagai pihak yang memproses keluarnya produk hukum ter – sebut. Ndaru mengatakan, secara teknis pihaknya tidak bisa mem berikan intervensi percepatan terhadap keluarnya sebuah produk hukum dari instansi lain. “Pasti aspirasi para so pir taksi ini akan sampai ke Ba pak Kapolda dan akan dite – ruskan kepada Pemda DIY,” katanya.
Polda berharap pengemudi taksi argometer bisa tetap ikut menjaga kondusivitas kea – man an di masyarakat. Jangan sampai persoalan tersebut me – nyebabkan gangguan keama n – an. “Sambil memperjuangkan aspirasi, kami minta suasana Yogyakarta tetap dijaga sebagai ikon pariwisata,” tandasnya.
Ridwan anshori/ erfanto linangkung/ maha deva

]]>

Byadmin

Cara Driver Taksi Online Agar Tak Ketahuan Ini Bikin Ngakak !

taxipontianak.com – Cara Driver Taksi Online Agar Tak Ketahuan Ini Bikin Ngakak !, Belakangan ini banyak kejadian bentrokan antara angkutan umum konvensional dengan angkutan berbasis online.
Beberapa peristiwa mengerikan terjadi di beberapa daerah, dimana banyak mobil dirusak oleh oknum yang diduga sopir angkot, begitu juga sebaliknya.
Bahkan orang yang tidak bersalah pun menjadi korban.
Seperti yang terjadi di Bandung, dimana para sopir angkot menghancurkan mobil milik warga yang mereka duga taksi online.
Padahal setelah ditelisik, mobil tersebut ialah mobil keluarga dan bukan taksi online.
Pelaku pengrusakan pun sudah ditankgpa pihak kepolisian.
Lalu, adalagi kasus driver ojek online yang sengaja ditabrak oleh sopir angkot di Tangerang.
Meski sempat terjadi keributan, akhirnya mereka bisa berdamai dan telah melakukan aksi konvoi bersama.
Berbicara soal kondisi yang masih memanas antara angkutan online dan angkutan konvensional, beberapa driver angkutan online pasti memiliki cara agar mereka bisa terus beroperasi tanpa rasa ceamas.
Seperti yang dikisahkan pengguna Facebook ini saat dirinya menaiki taksi online.]]>

Byadmin

Kisah Sopir Taksi yang Jadi Pahlawan dalam Teror Jembatan London

taxipontianak.com – Kisah Sopir Taksi yang Jadi Pahlawan dalam Teror Jembatan London . Seorang sopir taksi mencoba menjatuhkan tiga terduga teroris yang menyerang London semalam, Sabtu, 3 Juni 2017. Dilansir dari Telegraph, pria yang tak diketahui namanya itu menjelaskan detik-detik perlawanannya. Cerita berawal dari ketika sopir taksi itu melihat laki-laki dengan pisau sepanjang 30 sentimeter, menikam orang-orang dengan acak. “Saya pikir, saya akan mencoba memukulnya. Saya akan mencoba menjatuhkannya,” kata dia kepada LBC, Minggu, 4 Juni 2017. Sopir itu lalu memutar taksinya dan menabrak salah satu penyerang. Namun, penyerang yang nyaris ditabraknya itu menyingkir ke samping. Kemudian ada tiga petugas polisi datang berlari ke arah para penyerang.

“Saya berteriak ke semua orang, menjauhlah dari area, mundur, lari ke jalan lain. Di sana ada ratusan orang-orang baik,” kata sopir itu. Sopir itu mengatakan para penyerang di mobil van awalnya berbelok ke kanan menyeberang jalan menuju Southwark Katedral dan menabrak para pejalan kaki. “Mereka melompat ke luar dari van dan mulai menikam orang-orang secara acak,” ujarnya. Saksi lain di Katzenjammers Bierhall di Southwark Street, James Yates, mengatakan saat polisi masuk dan meminta pelanggan tiarap di lantai. “Di sana ada seorang laki-laki yang mengatakan dia teriris di bagian wajah,” kata dia. Luka itu, kata Yates, tidak terlalu parah. Namun luka itu menggores dagunya hingga ke bawah. Yates mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 23.00 waktu setempat dan orang-orang sudah diminta tiarap di lantai sekitar setengah jam. Alex Shellum, saksi lain di Mudlark pub, dekat dengan Jembatan London, mengatakan teror Jembatan London terjadi sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Saat itu ia melihat seorang wanita berumur sekitar 20 tahun terhuyung-huyung masuk ke pub. “Dia berdarah hebat dari leher dan dari mulut,” kata Shellum. “Tampaknya lehernya digorok. Orang-orang lalu menolongnya.” Ia mengatakan pub kemudian ditutup ketika polisi mengatakan agar pengunjung meninggalkan area.

Byadmin

Ini Kelanjutan Aturan Tentang Taksi Online

taxipontianak.com – Ini Kelanjutan Aturan Tentang Taksi Online. Peraturan Menteri nomor 32 tahun 2016 memang masih belum selesai direvisi. Meski demikian, Kementerian Perhubungan meminta perusahaan aplikasi mulai mendaftarkan kendaraan yang beroperasi. Kemenhub mencatat, saat ini data angkutan sewa online di wilayah DKI Jakarta baru 10 persen di antaranya yang mendaftarkan diri dan memiliki izin beroperasi. “Dari data kami, contohnya aplikasi Grab Car yang dikelola oleh PT Solusi Transport Indonesia, jumlah kendaraan teridentifikasi ada 5.110 kendaraan. Dari jumlah tersebut yang sudah berizin untuk wilayah DKI Jakarta baru 347 kendaraan, berarti ada 4.763 kendaraan tidak memiliki izin”, papar Sekretaris Jenderal Kemenhub Sugihardjo. Lebih lanjut Sekjen menjelaskan apabila perusahaan aplikasi masih memberikan fasilitas online kepada angkutan yang tidak memiliki izin, perusahaan tersebut akan mendapatkan sanksi. Sangsi tersebut bisa merupakan pemutusan akses sementara terhadap provider aplikasi. Pemberlakuan izin kepada segenap angkutan sewa online yang beroperasi juga berkaitan dengan kuota kendaraan di setiap wilayah. Untuk menjaga keseimbangan transportasi, Kemenhub berupaya mengatur jumlah kendaraan yang beroperasi di jalan, termasuk angkutan sewa online. “Sesuatu yang berlebihan itu pasti akan berdampak dan mengganggu keseimbangan. Untuk itu, dalam pengaturan transportasi, kenapa harus ada izin, karena kita ingin kendalikan supply (penawaran) dan demand (permintaan). Kita berharap angkutan sewa online harusnya bersifat komplemen. Kalau jumlahnya semakin banyak, ini bukan komplemen lagi,” jelas Sekjen. Tak hanya itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengumpulkan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi se-Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut diadakan dengan maksud untuk menyamakan persepsi terkait rencana Kementerian Perhubungan merevisi PM 32 Tahun 2016. Hingga kini uji publik terhadap revisi aturan tersebut telah dilaksanakan dua kali, pertama di Jakarta dan uji publik kedua, diadakan di Makassar. Uji publik merupakan salah satu tahapan sebelum regulasi ditetapkan. Pemerintah meminta masukan dari berbagai lapisan masyarakat. Masukan tersebut dihimpun, dibahas bersama untuk kemudian dijadikan bahan dalam penyempurnaan regulasi. “Telah dibentuk tim dengan melibatkan Praktisi, Akademisi dan para Pakar Transportasi dan Kebijakan Publik untuk melakukan kajian terhadap Peraturan Menteri Perhubungan 32 Tahun 2016 dan hasil kajian tim merekomendasikan untuk dilakukan revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016,” jelas Pudji Hartanto, Direktur Jenderal Perhubungan Darat. Lebih lanjut Pudji menjelaskan bahwa secara umum hasil Uji Publik yang telah dilaksanakan pada 17 Februari 2017 di Jakarta dan 10 Maret 2017 di Makassar sebagian besar para pihak dapat menerima secara substansi thd 11 poin pokok-pokok penyempurnaan. “Sesuai arahan Menteri Perhubungan untuk menyempurnakan PM 32 Tahun 2016 dan untuk mengakomodir adanya angkutan online yang selama ini dikategorikan sebagai angkutan sewa, dibuatlah nomenklatur angkutan sewa khusus,” kata Pudji. Terdapat 11 pokok materi krusial dalam revisi PM 32 Tahun 2016 ini, meliputi 1) jenis angkutan sewa; 2) kapasitas silinder mesin kendaraan; 3) batas tarif angkutan sewa khusus; 4) kuota jumlah kendaraan angkutan sewa khusus; 5) kewajiban STNK berbadan hukum; 6) pengujian berkala/ KIR; 7) Pool; 8) Bengkel; 9) Pajak; 10) Akses Dashboard; dan 11) Sanksi. [Adi/Ari]]]>

Byadmin

Tips Memilih Taksi di Kota Bandung.

taxipontianak.com – Tips Memilih Taksi di Kota Bandung. “Memilih Taksi di Kota BandungPake argo?” Ini adalah pertanyaan pertama Anda sebelum naik taksi di Bandung. Betul! Saya tidak bercanda. Kecuali, Anda memiliki kelapangan rejeki dan hati yang tak terperi. Jika Anda tidak terlalu terburu-buru dan masih memiliki sedikit waktu untuk menunggu… maka perkara memilih taksi yang baik di Bandung adalah sangat mudah. Karena Anda tidak punya pilihan. Hanya ada satu perusahaan taksi yang masih bisa dipercaya tanpa harus banyak mikir kir kir: Taxi Blue Bird! Cegat Taxi Blue Bird di jalan, buka pintu dan sebut alamat tujuan. Anda akan sampai dengan selamat dan nyaman sampai tujuan dengan biaya yang rasional. Kecuali, tentu saja pada jam-jam tertentu akan ada banyak titik macet di Bandung, serta beberapa alamat jalan (kadang-kadang) tidak terlalu akrab bagi pak kusir (jalan-jalan kecil dan atau di pinggir kota). Jika ada waktu luang lebih lama Anda bisa menghubungi 022 756 1234 untuk layanan antar-jemput Taxi Blue Bird. Taksi Blue Bird adalah SATU-SATUNYA taksi yang PASTI memakai ARGO di KOTA BANDUNG!!! Layanan taksi yang direkomendasikan berikutnya adalah Taxi Cipaganti. Dahulu, taksi ini adalah salah dua dari taksi terbaik di Kota Bandung, berdasarkan pengalaman pribadi tentu saja, bukan jajak pendapat ilmiah. Pada saat pertama kali diluncurkan, sekali lagi menurut Saya pribadi, kondisi fisik taksi ini bahkan adalah yang terbaik. Lain dulu, lain sekarang! Taxi Cipaganti sayangnya tidak berhasil mempertahankan konsistensi layanannya. Yang paling parah adalah beberapa (oknum) supir bener-bener menjelma menjadi kusir, menolak memakai argo! Layanan pelanggan Taxi Cipaganti dapat menghubungi 022 700 70000. Beberapa layanan jasa taksi yang (konon) masih dapat dibujuk untuk memakai argo adalah (tanpa urutan tertentu): Taxi Gemah Ripah (jawara taksi Bandung sebelum Blue Bird mendarat di kota kembang) dan Taxi Putra. Jangan sungkan untuk meminta sopirnya menerapkan tarif argo untuk kedua merek taksi di atas. Menurut teman saya (belum pernah Saya tumpangi), Taxi Rina Rini juga layak diminta untuk menyalakan argo meternya. Dan yang terbaru Taxi AA (belum pernah juga Saya tumpangi) pun mendapatkan rekomendasi yang cukup baik dari beberapa teman. Demikian rekomendasi jasa angkutan taksi di Kota Bandung berdasarkan pengalaman pribadi Saya. Jangan terpaksa naik taksi sembarangan dengan argo kuda di Bandung! Masih ada taksi dengan argo meter normal dan supir yang baik dan ramah di Kota Bandung. Jangan malu dan segan untuk bertanya: pake argo? Jika Anda bepergian di dalam kota dengan 2 – 3 teman, taksi bisa jadi alternatif angkutan yang nyaman dan tidak terlalu mahal. Pada jam-jam sepi (tengah malam, misalnya), layanan taksi (dengan argo, tentunya) bisa jadi lebih murah dari angkot, plus lebih aman jika Anda memesan via telepon. Beberapa pusat keramaian biasanya dikuasai geng taksi tertentu… misalnya di Bandara Husein Sastranegara dan Stasiun Bandung (Hall)… jangan khawatir. Luangkan sedikit waktu Anda untuk berjalan sejenak keluar area bandara atau stasiun, taksi-taksi tersebut di atas (yang sudah Saya rekomendasikan) dapat kita cegat atau jemput kita di pinggir jalan. Pusat perbelanjaan Cihampelas Walk (Ciwalk) sepertinya bekerja sama dengan Taxi Cipaganti, jadi Anda gak repot mencari taksi yang bagus setelah keluyuran di sekitar Ciwalk. Meskipun laporan kejahatan taksi di Bandung masih sangat minim, tetap tidak ada salahnya untuk waspada dengan meluangkan sedikit waktu untuk mencatat identitas taksi: nomor pintu (dan pelat nomornya jika sempat) beserta identitas supir. Sikap waspada selalu lebih baik. Selamat menikmati taksi di Kota Bandung! :]]>

Byadmin

Cegah Monopoli, KKPU Minta Ada Sistem Pengawasan Taksi Online

taxipontianak.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta pemerintah daerah (pemda) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memiliki sistem pengawasan terhadap operasional taksi online.
‎Direktur Merger KPPU Taufik Ariyanto mengungkapkan jika hal itu tidak dilakukan, maka bisa memicu munculnya praktek monopoli dalam usaha taksi online ke depannya. Penyelenggara taksi online hanya akan didominasi beberapa perusahaan saja.
Taufik mencontohkan hal serupa pernah terjadi pada kasus kuota importasi bawang putih yang ditangani KPPU. Dalam praktiknya pemberian kuota impor diperjualbelikan berbagai pihak, sehingga menimbulkan praktek monopoli.

“Akhirnya kuota tersebut hanya diborong perusahaan-perusahaan besar saja, yang lain tidak kebagian, jadi tidak ada persaingan nanti,” jelas dia dalam diskusi INDEF‎ di Jakarta, Rabu (24/5/2017).
Dia juga berpesan, terkait pembatasan kuota ini pemerintah daerah harus menyesuaikan dengan jumlah penduduk dan pertumbuhan fasilitas transportasi‎ yang ada di masing-masing wilayahnya.
Selain itu, kuota itu diharapkan bisa berlaku fleksibilitas. Di mana pada saat jam sibuk, pengoperasian taksi online bisa bertambah sedangkan saat jam tidak sibuk boleh kembali dikurangi.
“Makanya disini harus ada monitoring. Sekarang saja di Jakarta jam-jam sibuk itu nyari taksi yang online atau konvensional juga susah,” papar dia.
‎Seperti diketahui Kementerian Perhubungan  memberlakukan Peraturan Menteri (PM) 26 Tahun 2017 yang diterbitkan untuk mengatur keberadaan taksi online ini.
Meski peraturan ini diberlakukan mulai 1 Mei 2017, namun ada beberapa hal yang diberikan masa transisi seperti pembatasan kuota dan penetapan tarif batas bawah dan batas atas yang dilempar ke masing-masing pemerintah daerah.]]>

Byadmin

Bisnis Taksi Lesu, 34 Ribu Sopir Berhenti Kerja

taxipontianak.com – Bisnis Taksi Lesu, 34 Ribu Sopir Berhenti Kerja Menjamurnya model transportasi berbasis online memukul usaha transportasi konvensional. Akibatnya, terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada usaha transportasi ini. Salah satunya untuk tenaga sopir di angkutan taksi.
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, mengatakan telah terjadi penurunan 60 persen unit taksi yang beroperasi di Jakarta. ‎Akibatnya, operator taksi harus mengurangi jumlah sopirnya secara signifikan.
Dia menjelaskan, dari 27 ribu unit taksi yang ada di Jakarta, kini hanya tersisa 10 ribu unit yang beroperasi. Sedangkan untuk setiap unit taksi biasanya dikendarai oleh dua sopir secara bergantian.
“Jadi satu kendaraan itu dua sopir. Di Jakarta biasanya yang beroperasi 27 ribu unit. Kalau sekarang sisa 40 persen hanya‎ tinggal 10 ribuan unit yang beropersi. Berarti ada sekitar 17 ribu unit yang berhenti beroperasi. Kalau dikali dua itu berarti sekitar 34 ribu sopir. Ini belum termasuk keluarganya dan karyawan yang lain di perusahaan taksi itu,” ujar dia.
‎Selain taksi, ujar Shafruhan, angkutan jenis lain, yaitu bus sedang seperti Metromini dan Kopaja, juga mengalami menurunan. Dampaknya, kini banyak sopir dan kondektur bus sedang ini yang tidak lagi bekerja.
“Bus sedang juga sudah ambruk. Itu kan sebelumnya 6.000 unit. Sekarang yang beroperasi paling tinggal 1.000 unit lebih. Sekarang juga sopir sudah tidak pakai kondektur. Mereka tidak sanggup karena penghasilannya saja ngedrop,” tandas dia. (Dny/Gdn)
 
sumber]]>

× whatsapp Taxi Pontianak